Apa sih bedanya Windows ma Linux??


windows-vs-linux

Linux gratis sedang windows pake duit. Jawaban yg gak salah tp juga gk betul, secara coba deh kamu pesen distro linux, apakah gratis??. Tentu tidak.

Sebenarnya yang bikin gratis atau tidak adalah lisensinya. Bill Gates (tau kan?) gak mau hasil karyanya itu dinikmati oleh orang2 secara gratis, jadi si Om ini masang tarif buat orang2 yang mau ngopi jendelanya itu (windows maksudnya). Beda sama Linus Torvalds, dia gag masang tarif apapun bila ada orang yang mau ngopi linuxnya. Baik ya???
Tapi gag semua Linux itu gratis, ada juga yang bayar. Tapi kebanyakan memang gratis kayak X CODE. Ini linux baru bikinan mas-mas di yogyafree (asli bikinan INDONESIA men). Tapi mang belum terkenal banged kayak UBUNTU. Pernah pas gw praktikum PTI di lab UIN, gw bawa master linux X-Code, secara hari itu memang praktikum pengenalan Linux, tapi apa yang terjadi pas gw serahin cd master gw itu ke mas asisten??? DITOLAK MEN!!. Dikirain malah CD MAENAN. Anjriid!!! Katro’ banged siih jadi orang!!


Astagfirullah, kok malah jadi jelekin orang. Ntar malah biji gw ancur. Peace mas!!!
Kembali ke topik. Perbedaan kedua adalah soal open source atau tidaknya Operating System (OS) tersebut. Source itu bahan yang sering dipake klo mau makan bakso, Ohh!! Bukan….. itu SAOS!!
Source itu kode yang amad sangad njelimed sekali dan menjadi sumber dari penyusunan OS. Nah, klo Linux sourcenya dapat dibagi-bagi, dikembangkan dan disusun sendiri, contohnya linux X-Code tadi yang merupakan pengembangan dari mas-mas di yogyafree.
Loh??, kq kayak promosi ya?? Hmmm…..
Daripada bingung, bagi yang mau donlod LINUX X-CODE klik disini aja..
Beda sama windows. Bill Gates gak maw bagi-bagi kode sumber windowsnya,. Makanya harga windows mahal karena kita dimonopoli oleh si Om ini.
OK, sekarang bagusan mana sih Windows ma Linux?
Kalo kita tanya orang awam pasti jawabnya windows secara tu OS dah mendarah daging banged bagi orang Indonesia. Tapi jawabannya bisa berubah bila kita Tanya para webmaster, ato petinggi google.com dan detik.com. kedua perusahaan internet ini telah lama menggunakan system operasi Linux dan open source yang lain sebagai OS server mereka.
Nah, klo buat kita, OS apa yang cocok? Daripada bingung kita lihat aja head to head antara Linux ma Windows ini. Gw kopas dari sini

1. Virus.
Hampir semua virus yang menyerang pengakses Internet adalah virus untuk MS Windows. Virus sangat sulit berkembang di komputer Linux. Virus yang dibuat untuk Windows tidak merusak Linux. Bukan berarti tidak ada virus di Linux, namun virus (lebih tepat disebut worm atau cacing) yang pernah ada, hanya menyerang server Linux yang kurang terawat atau terlambat di-update keamanannya.

2. Graphic User Interface (GUI)
Windows hanya memiliki satu GUI (Graphical User Interface) dan tidak bisa hidup tanpa GUI. Linux tidak punya Windows, tapi punya “window-window” atau X-Window. Artinya, secara bersamaan kita dapat menjalankan beberapa GUI, misalnya KDE (mirip Windows XP), GNOME (mirip Windows Me), IceWM (mirip Windows 95/98), fvwm (mirip Windows 3.11), dan lain-lain. Lebih hebat lagi, Linux dapat hidup tanpa GUI. Server-server berbasis Linux, misalnya mail server qmail yang setara MS Exchange server, dapat bekerja dengan baik pada komputer Pentium I atau yang lebih kuno, dengan RAM 64 MB atau lebih kecil. Linux memiliki TUI (Text User Interface) untuk mengadministrasi sistem, misalnya YaST di SUSE dan drakxconf di Mandriva, yang dapat berjalan tanpa X Window. Linux dapat memiliki GUI seperti Windows XP dengan hardware yang setara dengan persyaratan untuk Windows XP, misalnya minimal Pentium III, RAM 128 MB, dan sebagainya.

3. Aplikasi Perkantoran
Aplikasi perkantoran yang populer di dunia Windows saat ini adalah MS Office, selain itu ada WordPerfect, Lotus, AbiWord dan OpenOffice. AbiWord dan OpenOffice juga open source atau free software, seperti yang tersedia untuk Linux.
OpenOffice merupakan aplikasi perkantoran Linux yang paling populer saat ini karena sangat kompatibel dengan MS Office. Selain itu ada KOffice dari KDE namun belum sepenuhnya kompatibel dengan MS Office. AbiWord dan Gnumeric yang mendekati kesetaraan dengan MS Word dan MS Excel juga tersedia bebas di Linux.
Sayangnya, pengguna MS Access tidak menemukan database yang sangat mirip Access di OpenOffice versi 1.X. Namun, OpenOffice dapat mengakses MySQL atau PostgreSQL melalui ODBC, sehingga ada “peluang” pengguna MS Access untuk meningkatkan kemampuannya ke database SQL, tapi bukan ke MS SQL. OpenOffice versi 2 sudah menyediakan database seperti Access.
Jika Anda biasa menggunakan Visio di Windows, Anda dapat memilih Dia atau Kivio di Linux. Microsoft Project dapat digantikan Planner (Mr. Project). Sedangkan program accounting sederhana di Linux adalah GnuCash.
Aplikasi perkantoran yang bagus di Windows biasanya sangat mahal, misalnya Lotus Notes dan Domino. Di Linux, tersedia beragam aplikasi sejenis itu, meskipun tidak persis sama. Misalnya, BPPT telah menghasilkan Kantaya (www.software-ri.or.id/kantaya).

4. Internet

Anda tentu sudah kenal Google.com atau Detik.com. Mewakili wilayah dan jangkauan yang jauh berbeda, kedua perusahaan itu telah lama menggunakan Linux. Google sangat terkenal di dunia dan Detik sangat terkenal di Indonesia. Untuk melayani akses yang luar biasa banyak, Google menggunakan banyak komputer dengan sistem operasi Linux dan program-program open source lainnya.
Menurut survey yang dilakukan http://www.netcraft.com, lebih dari 60% domain di Internet menggunakan server web open source Apache. Server email yang paling banyak digunakan di Internet adalah versi open source seperti Sendmail, Postfix, dan Qmail. Server DNS (Domain Name System) yang menerjemahkan alamat Internet menjadi nama domain juga menggunakan program open source seperti Bind.
Di Indonesia, hampir semua ISP (Internet Service Provider), NAP (Network Access Provider) dan Data Center menggunakan Linux dan software open source lainnya sebagai tulang punggung jaringan. Mulai dari router, firewall, server DNS, web, email, dan database menggunakan software open source.

5. Multimedia
Linux saat ini telah merambah ke dunia multimedia, mulai dari sekadar multimedia player, audio dan video editor, hingga animator atau untuk pembuatan film seperti Shrek yang sangat terkenal itu.
Sebagai player, atau pemutar lagu dan video, Linux membutuhkan spesifikasi yang tidak terlalu berat. Untuk menjalankan audio-CD (CDA), file MP3 atau OGG, Linux dapat bekerja pada komputer 486 dengan RAM 32 MB, tentu saja tanpa GUI yang indah. Beberapa pemutar lagu itu antara lain mpg123, ogg123, cdplay, dan playmus. Bahkan untuk memutarlagu dan video (DVD, VCD atau DAT, dan MPEG), Linux dapat bekerja tanpa harus menginstal ke harddisk, misalnya Inul-Linux, yaitu distro Linux e-Movix, yang berisi sistem operasi Linux dan Mplayer, dengan ukuran totalnya hanya sekitar 7 MB.
Masih dengan hardware rendah, Linux dapat berfungsi sebagai audio editor, misalnya dengan ecasound. Dengan spesifikasi hardware yang baik, Linux juga dapat digunakan untuk mengedit audio di X Window seperti Audacity, atau mengedit video dengan Kino, Kdenlive, Cinelerra, CinePaint, iMeraEditing, dll.
Untuk urusan multimedia grafika, Linux memiliki banyak pilihan untuk membuat atau mengedit gambar. Ada GIMP untuk mengolah gambar bitmap atau raster, ada Sodipodi, Skencil, dan Inkscape untuk melukis gambar vektor, dll. GIMP setara dengan Photoshop dan sejenisnya, sedangkan Sodipodi setara dengan CorelDraw, FreeHand, dll.

6. Komputasi dan Scientific
Untuk urusan ini Linux sudah banyak dimanfaatkan oleh para ilmuwan dan engineer. Sebagai contoh, Scilab dapat menggantikan Mathlab. Untuk pengolahan data statistik, R atau OpenStat2 dan PSPP dapat menggantikan SPSS. Grass dan FreeGIS untuk GIS (Geographic Information System) seperti ArcView. GEDA (GPL Electronic Design Automation) dan SPICE untuk emulasi rangkaian elektronika. Eagle untuk membuat skema elektronika. MatPLC untuk Programmable Logic Controller berbasis software di PC. XNBC dan SNNS untuk Neural Network Simulation. Gretl untuk program econometrics. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu per satu.
Gag bingung lagi kan milih OS?
Klo pengen mentaati UU ITE, maka belilah Windows Asli plus lisensinya, bukan Windows Asli bajakan 25 ribu itu. Klo pengen murah ya pake aja Linux, toh sekarang dah banyak aplikasi yang mampu menyaingi Windows…

About these ads

7 thoughts on “Apa sih bedanya Windows ma Linux??

  1. Cinta linux bro!!! Pake jendela (eh, windows) bajakan dosa lho! Gw baru PDKT sama opensource. Tapi juga masih cinta sama yang bajakan karena di linuxku ada WINE yang terinstall software windows bajakan juga. Huakakakak.

    Ada lagi selain dari yogyafree tadi, linux blankON juga asli indonesia lho! Tapi bukan jogja.

  2. wah jadi pingin belajar linux nih……. gue masih OOOOOOOOOO di linux
    semoga linux terus berkembang

    bagaimana dengan corel draw dilinux

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s